Galaxy Kiu - Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam sebuah konferensi pers di Gedung Pentagon pada Kamis 11 Februari 2021. (Facebook.com/President Joe Biden)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan membantu menyelesaikan berbagai krisis global, mulai dari krisis Iran hingga semenanjung Korea hingga Ethiopia. Biden mengatakan dunia sedang menghadapi dekade yang menentukan, sebuah istilah yang mengacu pada persaingan ketat di era saat ini tanpa Perang Dingin baru.
Pernyataan itu disampaikan Biden dalam pidato pertamanya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (21/9/2021). Politisi Partai Demokrat itu juga menyinggung isu-isu yang harus segera ditangani para pemimpin dunia, seperti pandemi COVID-19, perubahan iklim, dan ancaman siber.
Biden tidak ingin memulai Perang Dingin baru dengan China
Dalam pidatonya, Biden sama sekali tidak mengucapkan kata-kata China atau Beijing. Namun, ia menggunakan istilah implisit dari pesaing AS yang semakin kuat.
"Kami akan membela sekutu dan teman-teman kami dan menentang upaya negara-negara yang lebih kuat untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah, baik melalui perubahan wilayah dengan paksa, paksaan ekonomi, eksploitasi teknis, atau disinformasi," kata Biden, dilaporkan dari Reuters.
"Namun, kami tidak mencari Perang Dingin baru atau dunia yang terbagi menjadi blok-blok kaku," tambahnya.
Pada saat yang sama, Biden mengatakan Washington siap bersaing untuk mempromosikan demokrasi dan supremasi hukum.
Biden ingin semua masalah diselesaikan melalui diplomasi
Penerus Donald Trump juga menyinggung Pakta Aukus, kemitraan keamanan AS-Inggris-Australia yang telah membuat marah Prancis dan China. Biden menyebutnya sebagai upaya AS untuk membela kepentingan nasionalnya dan membela sekutu.
Menariknya, meski Pakta Aukus merupakan kesepakatan yang sarat nuansa militeristik, Biden menggarisbawahi bahwa strategi AS ke depan akan fokus pada diplomasi. Menurutnya, diplomasi merupakan instrumen yang tepat untuk menghadapi permasalahan di era baru.
“Misi harus jelas dan dapat dicapai. (Militer AS) tidak boleh digunakan sebagai jawaban untuk setiap masalah yang kita lihat di seluruh dunia. Kami telah mengakhiri 20 tahun konflik Afghanistan, dan saat kami menutup era perang tanpa henti, kami telah membuka era baru diplomasi," katanya.
Beberapa masalah terbaru yang disebutkan Biden
Dikutip dari The Straits Times, Biden berharap forum PBB bisa menjadi sarana untuk menyamakan persepsi para pemimpin dunia dalam menghadapi dinamika yang sebenarnya.
“Mangatasi tantangan global akan bergantung pada kemampuan kita untuk mengenali kemanusiaan kita bersama,” katanya.
Biden mengatakan dia tetap berkomitmen untuk secara damai menyelesaikan perselisihan dengan Iran mengenai program nuklirnya. Dia juga bersumpah untuk membela Israel dan mengatakan solusi dua negara dengan Palestina masih diperlukan sebagai tujuan jangka panjang.
Selain itu, AS menginginkan diplomasi lanjutan untuk menyelesaikan krisis seputar program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.
Biden bahkan menyinggung penindasan etnis Uighur oleh otoritas China di wilayah Xinjiang, sebuah pernyataan yang mendapat tanggapan dari Beijing.
“Itu sama sekali tidak berdasar. AS harus lebih memperhatikan masalah hak asasi manusianya sendiri," kata utusan China untuk PBB.
Komentar
Posting Komentar