Jelang Liga 1 dan Liga 2, Diharapkan Tidak Mengadakan Event Nobar

Jelang Liga 1 dan Liga 2 bergulir. Sumber foto: indosport.com

GALAXY KIUKompetisi Liga 1 dan Liga 2 yang akan bergulir di bulan Juli, polisi saat ini juga meminta kepada semua supporter untuk tidak datang ke stadion dan menonton secara langsung pertandingan dari rumah. Selain itu, baik pihak supporter dan manajemen klub juga telah berkoordinasi untuk memastikan semua suporter yang menonton pertandingan agar di rumah saja.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto telah mengatakan, bahwa prinsipnya Polda DIY siap untuk mengamankan pertandingan Liga 1 dan Liga 2 yang akan digelar di DIY. Namun pihaknya masih menunggu jadwal dari panitia dan apakah DIY dipakai untuk venue Liga 1.

"Karena disini telah dipakai di Liga 1 atau tidak kan belum tahu. Tapi kalau Liga 2 kan dilaksanakan di wilayah setempat (kabupaten/kota)," katanya saat dihubungi detikcom, Rabu (16/6/2021).

Menyoal masalah pengamanan pertandingan, Yuliyanto telah mengaku siap. Selain mengamankan jalannya pertandingan, dia juga telah mengaku akan memastikan penerapan prokes agar berjalan dengan lancar.

"Kaitannya dengan masih situasi masalah pandemi, karena itu tentu saja selain mengamankan pertandingan kita juga telah memastikan berjalannya atau dipatuhinya prokes oleh semua orang yang terlibat di kompetisi ini," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia telah menyarankan kepada semua supporter agar menonton dari rumah saja. Mengingat pihak klub tentunya akan menyediakan platform digital untuk memudahkan supporter menyaksikan jalannya pertandingan.

"Ya karena ini masih dalam situasi pandemi kalau misalnya mereka datang ke stadion akan menimbulkan kerumunan dan risiko menularkan maka supporter lihat dari platform digital atau TV saja di rumah masing-masing. Apalagi panitia sudah meminta (supporter) untuk tidak harus datang ke stadion, ya seperti saat ajang Piala Menpora kemarin saja kan tidak ada penonton," katanya.

"Terus meski melalui platform digital ya sebaiknya tidak ada nobar dengan melibatkan banyak orang ya, karena jatuhnya kan juga sama yakni menimbulkan kerumunan juga itu nanti," lanjut Yuli.

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad telah mengaku akan melakukan penyisiran di lokasi yang saat ini telah berpotensi menggelar nonton bareng pertandingan sepakbola. Semua itu untuk memastikan prokes tetap berjalan semestinya.

"Untuk masalah nobar kalau tidak prokes ya jelas akan dibubarkan. Jadi kalau nobar ya kapasitas harus 50 persen dengan prokes yang ketat," ucapnya.

Sementara itu, Humas DPP Brajamusti Kukuh Darusman mengatakan, bahwa pihaknya siap jika pertandingan setiap laga PSIM Yogyakarta tanpa suporter. Pasalnya pihaknya ingin agar Liga tetap berjalan.

"Ya antara siap tidak siap, karena sudah setahun lebih kita tidak ada liga, pasti keinginan untuk bisa mendukung secara langsung adalah hal yang sangat besar. Sekarang sudah mau mulai lagi dan kayaknya masih belum boleh dihadiri oleh suporter langsung, ya siap tidak siap kita akan tetap patuh pada keputusan, ini semua demi PSIM juga," ujarnya.

Pihaknya juga telah memastikan akan berkoordinasi dengan laskar-laskar pendukung setia tim berjuluk laskar Mataram ini agar tidak nekat untuk datang ke stadion saat PSIM berlaga. Menurutnya, para supporter bisa menerimanya.

"Yang jelas, kami dari DPP akan selalu memberikan himbauan dan pengertian kepada teman-teman Brajamusti untuk selalu mematuhi keputusan yang telah dibuat, untuk tidak datang ke stadion dan mendukung PSIM dari rumah saja. Kami yakin teman-teman akan bisa menerima," katanya.

Terkait nobar untuk suporter, dia juga mengaku telah menyediakannya. Mengingat pihaknya sudah berkoordinasi dengan manajemen PSIM Yogyakarta.

"Mungkin opsi yang paling realistis saat ini adalah nobar, tapi dengan jumlah yg terbatas dan akan terbagi di beberapa titik, ini juga masih akan dirembug lebih lanjut lagi, sambil menunggu keputusan dan regulasi kompetisi secara resmi," ucapnya.

Sedangkan Media Officer PSIM Yogyakarta Ditya Fajar Rizkizha yang telah mengaku sudah berkoordinasi dengan wadah suporter klub PSIM Yogyakarta. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi melalui berbagai platform.

"Sudah koordinasi mas. Kita sampaikan ke ketua masing-masing suporter untuk segera memberitahukan ke anggotanya bahwa tetap menyaksikan PSIM dari rumah. Kemudian di media sosial psim juga telah memberitahukan informasi tersebut," ucapnya.

Komentar