Ilustrasi, sumber foto: AP Photo/Sakchai Lalit
GALAXY KIU - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui vaksin COVID-19 Sinovac yang dibuat oleh perusahaan China untuk penggunaan darurat. Ini adalah vaksin China kedua yang mendapat persetujuan dari WHO, setelah Sinopharm.
Izin penggunaan darurat ini membuka jalan bagi vaksin Sinnovac untuk digunakan dalam program Covax, yang bertujuan untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin.
"Persetujuan darurat berarti vaksin memenuhi standar internasional untuk keamanan, kemanjuran, dan produksi," kata WHO.
Hasil studi: vaksin dapat mencegah gejala parah dan rawat inap
Menurut WHO, penelitian menunjukkan bahwa vaksin Sinovac mencegah penyakit simtomatik pada lebih dari setengah dari mereka yang divaksinasi. Vaksin ini juga mencegah gejala parah dan rawat inap di 100 persen dari mereka yang diteliti.
Salah satu keunggulan utama Sinovac adalah dapat disimpan di lemari es standar dengan suhu 2-8 derajat Celcius. Ini berarti Sinovac jauh lebih berguna bagi negara berkembang yang mungkin tidak dapat menyimpan vaksin dalam jumlah besar pada suhu rendah.
Harapan untuk mendukung inisiatif Covax
WHO berharap keputusannya untuk mendaftarkan vaksin asal China untuk penggunaan darurat akan mendorong inisiatif Covax, yang sudah menghadapi masalah pasokan.
"Dunia sangat membutuhkan banyak vaksin COVID-19 untuk mengatasi kesenjangan akses yang sangat besar di seluruh dunia," kata Asisten Direktur Jenderal WHO untuk akses produk kesehatan, Mariangela Simao.
"Kami mendesak produsen untuk berpartisipasi dalam fasilitas Covax, berbagi pengetahuan dan data mereka, serta berkontribusi untuk mengendalikan pandemi." sambungnya, dikutip dari BBC.
Telah digunakan di beberapa negara
Sebelum persetujuan WHO, vaksin ini telah digunakan di beberapa negara, dan direkomendasikan untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun.
Pemberian vaksin pertama dan suntikan kedua dilakukan dalam rentang waktu dua hingga empat minggu.
Selain China, beberapa negara yang telah menggunakan vaksin tersebut antara lain Chili, Brasil, Indonesia, Meksiko, Thailand, dan Turki.
Sinovac mengatakan telah memasok lebih dari 600 juta dosis di dalam dan luar negeri pada akhir Mei. Perusahaan mengatakan lebih dari 430 juta dosis vaksin telah diberikan.


Komentar
Posting Komentar