Galaxy Kiu - Grab sejak lama menghadirkan fitur POI (Point of Interest) untuk meningkatkan layanan bagi penggunanya. Fitur ini memudahkan pengguna Grab untuk bertemu dengan mitra pengemudi.
Grab juga berencana untuk terus menambah jumlah POI dalam layanannya tahun ini. Country Lead Operasional Peta Grab Indonesia Ariek Wisnu Wibisono mengatakan ada dua area yang akan menjadi fokus perseroan tahun ini.
“Salah satu fokus POI kami tahun ini adalah pasar tradisional. Dengan cara ini, selain membantu UMKM di sekitar pasar, kami juga ingin membantu pengguna yang mungkin tidak bisa keluar dari jalan untuk mendapatkan kebutuhannya,” ujarnya. kata di meja bundar media.
Ia mengatakan, kehadiran POI di pasar tradisional ini juga mendukung layanan GrabAssistant yang diluncurkan Grab tahun lalu. Sebagai catatan, GrabAssistant adalah layanan yang memungkinkan pengguna membeli kebutuhannya dari berbagi lokasi dengan mitra pengemudi.
Berdasarkan data terakhir, ada lebih dari 7.000 titik pasar tradisional yang sudah terjangkau layanan ini. Karenanya di tahun ini, Grab akan terus menambah jumlah POI pada layanannya.
Selain pasar tradisional, menurut Ariek, Grab juga akan fokus menambah poin bagi pelaku UMKM atau merchant. Hal ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mendapatkan pesanan dan menumbuhkan ekonomi kembali.
“Tahun ini, kami juga berencana mendata titik hunian, mengingat Indonesia cukup heterogen,” kata Ariek. Seperti diketahui, penomoran atau alamat di sejumlah wilayah di Indonesia masih bervariasi.
Ariek menuturkan, ada wilayah yang penomoran alamatnya jelas, tapi ada juga yang nomor jalan atau bahkan namanya tidak jelas. Untuk itu, Grab berencana mendapatkan hunian poin sebanyak-banyaknya.
“Karena tidak jarang, ada pengguna yang terpaksa menggunakan alamat titik tetangganya, karena alamatnya tidak masuk dalam pemetaan kami,” jelasnya.
Kehadiran Tim Pemetaan Internal di Grab
Sebagai informasi, Grab diketahui memiliki tim pemetaan internal. Ariek mengatakan, kehadiran tim tersebut merupakan upaya Grab yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Dengan tim pemetaan kita sendiri, kita bisa mengontrol kondisi di luar sana sekaligus mengembangkan inovasi langsung,” jelasnya.
Misalnya, Ariek mengatakan dengan adanya tim pemetaan internal saat ada pembatasan mobilitas, Grab bisa langsung melakukan penyesuaian. Apalagi, perubahan di setiap daerah bisa berbeda-beda.
“Dengan adanya tim pengembangan ini kita bisa menumbuhkan nilai hyperlocal di tiap daerah, karena tiap daerah memiliki karakteristik tertentu dan kita bisa melakukan pendekatan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Untuk itu, Grab memiliki program yang memungkinkan mitra pengemudi atau pengguna memberikan masukan tentang suatu daerah. Harapannya, program ini dapat meningkatkan akurasi pemetaan dalam sistem.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online
Komentar
Posting Komentar