Asosiasi Digital Indonesia (IDA) merilis hasil survei terkait kinerja iklan di berbagai media online.
Hasil survei ini dapat digunakan untuk menentukan strategi komunikasi periklanan digital, terutama untuk menentukan strategi mana yang perlu diutamakan antara kinerja iklan di media online atau kenyamanan pembaca.
Diharapkan temuan menarik dalam survei ini dapat menjadi pembelajaran bagi media dan pengiklan.
Mengutip pernyataan resmi IDA yang diterima Liputan6.com Selasa (9/3/2021), survei ini mengungkap beberapa informasi penting tentang format digital apa yang disukai dan tidak disukai pengguna.
Dari data survei tersebut, IDA kemudian membandingkannya dengan performa iklan tipikal untuk yang sama, sehingga dapat diketahui apakah format iklan dengan performa yang baik tersebut disukai oleh pengguna.
Survei ini didukung oleh IAS sebagai perusahaan solusi verifikasi iklan online.
Hasil survei dinilai mampu menekankan perlunya strategi dan teknologi menjadi jalan tengah antara kinerja iklan, kenyamanan pengguna, dan kualitas iklan yang mempengaruhi persepsi suatu merek.
Ketua Umum Asosiasi Digital Indonesia (IDA) Dian Gemiano mengatakan, saat para pemasar menjalankan kampanye iklan digital, mereka tidak hanya memasang iklan di media dan berharap angka-angka di dashboard kinerja bisa bergerak sesuai rencana.
“Lebih dari itu, kampanye iklan merupakan cara merek berkomunikasi dan menjalin relasi dengan konsumen,” kata Gemi, dikutip dari keterangan pers IDA.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa brand dan hubungan konsumen yang positif terbentuk dari pengalaman yang positif.
“Jadi sangat penting bagi pengiklan untuk memperhatikan pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan iklannya,” ucapnya.
Situs Poker Online, Poker88, Agen Judi Poker Online
Komentar
Posting Komentar